Dunia Inspirasi Al-Fityan School Aceh

Dunia Inspirasi Al-Fityan School Aceh

Sejatinya seorang guru harus memiliki kepercayaan diri dan ceria saat menghadapi siswa-siswa. Segala keluh kesah harus mampu disembunyikan saat bertatapan dengan murid.

Dunia Inspirasi Aface, yang dikenal dengan nol rupiah. Dimana para pemateri atau inspirator tak dibayar sepeserpun. Karena sejatinya relawan tak dibayar bukan karena tak berharga, tetapi karena mereka tak ternilai harganya. Para inspirator ini, atau disebut juga dengan relawan Inspiratif, diajak untuk berbagi ilmu dengan guru-guru TK dan SD. Relawan tersebut adalah Ustadz Wahyu Rezeki, M.I.Kom, CH, CHt menyampaikan materi tentang Menjadi Guru QeCe (Qeren dan Ceria). Yosa Lanovastia, S.Pd dari alumni Pengajar Muda Indonesia Mengajar, menyampaikan materi tentang Multiple Intelligents, Positive Disipline, dan Metode Mengajar Kreatif.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu 29 Februari 2020 di Aula Resto Al-Fityan School Aceh. Acara dibuka dengan bacaan ayat suci Al Quran, kata sambutan dari Bu Jumiati, S.E selaku Wakil Direktur Div. Pendidikan dan MSDM, dilanjutkan dengan senam otak, dan langsung dimulai oleh pemateri pertama, yaitu ustadz wahyu. Lalu peserta break 15 menit, dan dilanjutkan dengan materi Multiple Intelligents yang dibawakan oleh Yosa.

Peserta sangat bersemangat dan antusias. Kedua pemateri mampu membawa suasana dengan begitu semangat dan ceria.

Guru-guru terlibat aktif. Bergerak sesuai dengan instruksi dari pemateri.
Sesi pertama, guru-guru diajak intropeksi diri terkait sikap siswa jika ada yang membangkang. Guru sebagai Role model, harus benar-benar mampu untuk memperbaiki diri terlebih dulu sebelum mendidik.
Saat mengajar, guru-guru harus percaya diri dan bergairah, tidak boleh berkeluh kesah kepada siswa, tidak boleh marah-marah, tidak boleh penampilan gelisah, guru harus ramah dan sumringah, apresiatif, tidak arogan, penampilan oke, guru juga harus berbakat dan mampu berkisah, serta guru harus bisa menjadi guru yang dirindukan oleh siswa-siswa.

Saat pemateri ke dua, guru-guru diajak memecahkan beberapa masalah/studi kasus yang benar-benar terjadi pada siswa menggunakan metode Walking Galery atau Galery Walk. Peserta juga terlihat antusias saat mengelilingi kelompok-kelompok lain.

Tak hanya itu, selain nol rupiah ada hal lain yang berbeda kemarin, peserta diminta untuk membawa tumbler, karena tidak ada penyediaan minuman kemasan dalam gelas seperti pelatihan-pelatihan biasanya. Bu Sri Utami, selaku Kepala SDIT Al Fityan School Aceh merekomendasikan panitia untuk menyediakan “water station” agar peserta bisa mengisi ulang airnya. Hal ini adalah tindak lanjut dari kegiatan “Go Green” yang sudah dimulai dari beberapa bulan lalu dengan membawa tempat bekal saat jajan ke kantin oleh siswa dan guru di unit SD.

Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga banyak ilmu baru yg diperoleh oleh para guru, sehingga mampu mengaplikasikannya. Semoga Allah mudahkan semua urusan kita dan sampai berjumpa di Dunia Inspirasi Aface tahun depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat sekarang
Halo, Ada yang bisa kami bantu ?
,السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Apa yang bisa kami bantu?
Powered by